Kennedy, ‘Karate’ — Free MP3 of the Day – Spinner
Shared via AddThis
18 Mei
LONDON--Beberapa media massa Swedia selama beberapa pekan terakhir ini menuliskan laporannya bahwa Indonesia berada di tingkat pertama dalam urutan negara dengan masyarakatnya tersenyum paling tinggi di dunia dibandingkan dengan negara lainnya.
Mengutip laporannya The Smiling Report 2009 yang dilakukan salah satu Provider Misteri Belanja yang berada di Swedia justru menempatkan masyarakat Swedia berada di urutan ke 24, ujar Sekretaris Satu KBRI Stockholm ,Swedia Dody Kusumonegoro, Minggu (17/5).
Dalam jajak pendapat yang dilakukan tahun 2008 yang menyangkut lebih dari 2,5 juta pertanyaan mengenai Senyum (Smile) dan Salam (Add-Greeting) pada penjualan di 66 negara, Swedia menempatkan Indonesia pada bagian atas daftar.
Media Swedia melaporkan Indonesia sebagai negara yang paling tersenyum sebagai hasil dari pelanggan layanan data dari evaluasi yang dilakukan di seluruh spektrum dan pameran oleh AB Bisnis di seluruh dunia, di Swedia.
Dalam laporan itu disebutkan Indonesia sebagai negara tertinggi tersenyum dengan 98 persen. Selain itu, Indonesia juga merupakan negara dengan ucapan yang paling tinggi yaitu 98 persen.
Sementara itu Swedia berada di nomor 24 pada daftar untuk kategori senyum dengan angka 77 persen dan urutan 31 untuk ucapan salam dengan 81 persen.
Industri yang banyak senyum adalah di bidang kesehatan dan kecantikan perawatan serta transportasi dengan 86 persen dan nilai terendah berada di layanan bisnis B2B dengan hanya 52 persen.
Disebutkan bahwa dalam jajak pendapat itu disebutkan bahwa ucapan Salam tahun 2008 dan 2007 tercatat 81 persen dibandingkan dengan 88 persen pada 2004.
Ucapan salam tertinggi selain Indonesia juga menempatkan Hong Kong dengan 98 persen, sementara yang terendah adalah Maroko dengan 48 persen.
Ucapan yang terbaik ditemukan pada layanan di pemerintahan dengan 94 persen sementara di kalangan bisnis (B2) hanya 70 persen.
Dalam layanan penjualan skor tertinggi dicatat oleh Pakistan dengan 82 persen dan terendah adalah Finlandia dengan tiga persen. Dalam pelayanan B2B memiliki nilai tertinggi mencapai 65 persen sementara dalam segi kenyamanan tercatat sangat rendah dengan 40 persen.
Dalam laporan itu terdapat kesenjangan yang besar antara antara benua Australia memiliki skor tertinggi dari semua benua, dengan Senyum sebesar 89 persen dan Salam 92 persen sementara Afrika disebutkan terendah dengan 61 persen Senyum dan 51 persen Salam.
Sumber: Antara, MetroTV, www.surya.co.id
8 Apr
| Kota | Provinsi | Populasi | Kota | Provinsi | Populasi | |||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Jakarta | DKI Jakarta | 8.489.910 | Indonesia |
7 | Semarang | Jawa Tengah | 1.393.000 | ||
| 2 | Surabaya | Jawa Timur | 3.230.900 | 8 | Makassar | Sulawesi Selatan | 1.130.384 | |||
| 3 | Bandung | Jawa Barat | 2.510.982 | 9 | Bandar Lampung | Lampung | 951.836 | |||
| 4 | Medan | Sumatra Utara | 2.392.922 | 10 | Bogor | Jawa Barat | 834.000 | |||
| 5 | Tangerang | Banten | 1.488.666 | 11 | Balikpapan | Kalimantan Timur | 789.990 | |||
| 6 | Palembang | Sumatra Selatan | 1.441.500 | 12 | Padang | Sumatra Barat | 787.740 | |||
| Sumber: BPS, Wikipedia.org |
||||||||||
6 Apr
Aku bukan seorang anak gaul yang serba hedonis
Aku bukan pula seorang aktivis (dakwah maupun tukang demo/ unjuk rasa)
Aku bukan kutu buku yang hobi melahap buku dan berkacamata tebal
Aku bukan pula pemalas yang hanya jadi sampah buat orang-orang sekitarku
Aku adalah aku
Aku bukan kamu
Dan kamu pun bukan aku
Tapi aku hanyalah sang pemimpi
Aku sedang mencari jati diriku,
Siapa aku sebenarnya
Aku tak seperti yang kau kira
Aku tak seperti yang kau duga
Aku adalah sang pemimpi yang akan terus dan selalu bermimpi tak henti-hentinya
Yang tiada pernah puas dengan setiap mimpi-mimpiku
Yang akan terus selalu bermimpi
Hingga batin ini terpuaskan
Karena seperti orang bilang,
Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia…
Dan itulah aku
Akulah sang pemimpi…
Dan kini,
Tahukah kau siapa diriku?
3 Apr
PARIS, Perancis - Seorang atlet juara lompat galah berlari telanjang dengan tiang melalui jalan-jalan kota Paris dan video yang diposting di Internet, berharap untuk menarik perhatian kepada quest baru untuk menangani sponsorship.
Romain Mesnil, yang memenangkan medali perak pada 2007 World Athletics Championships di Osaka, Jepang yang disponsori oleh Nike tetapi ia mengatakan kontrak berakhir tahun terakhir dan tidak diperpanjang.
“Itu mungkin untuk anggaran dan alasan strategis. Ada krisis,” ia menulis pada situs Web-nya: www.romain-mesnil.com.
Banyak atlet melaporkan kesulitan mendapatkan sponsor perusahaan sebagai perusahaan memotong biaya karena kecenderungan untuk menurunkan ekonomi global.
Dalam video itu, Mesnil berjalan dengan tiang seakan-akan mempersiapkan sebuah galah di tempat-tempat wisata seperti Montmartre dan Pont des Seni di seberang Sungai Seine. Kotak berbentuk hitam persegi telah ditambahkan untuk menutupi bagian tubuhnya yang paling privasi.
Video telah berhasil menggambar Mesnil perhatian dari keadaan buruk, setidaknya di Perancis. Ia disiarkan pada prime time televisi negara berita buletin.
Sumber: Reuters, Kompas Cetak, ESPN
2 Apr
Ini seh sebenernya cuman pendapat gue aja, dan beberapa temen-temen gue pun udah gue ajak diskusi, mereka sependapat ama gue bahwa musisi-musisi kita saat ini tuh makin nora’, ga berkualitas, dan asal bikin lagu aja…
Emang, ga bisa dipungkiri saat ini tuh lagi dan sedang berkembangnya banget neh belantika musik Indonesia lagi ‘dibanjiri’ sama musisi-musisi baru, tapi boro-boro deh ngasih suatu pembaruan malahan makin buruk aja!!
Gue nilai mereka tuh ga penting banget nelorin album setahun bisa ampe 2 kali rata-rata, padahal mah enak juga kaga’,..
Gue minta ke mereka semua berbenah n’ ngaca donk kualitasnya udah bagus apa belom, jangan cuma bisanya ngeluarin album mulu ngerasa paling bagus sendiri!!
Banyak contoh yang bisa diambil, misal band kaya Five Minutes, Tiket, The Rain, dll. yang notabene udah cukup lama berkiprah di dunia musik nusantara tapi kok sekarang malah kebawa-bawa nora’ n’ ga berkualitas aja tuh musiknya ga karuan, lagu-lagunya apalagi..
Jadi seolah-olah mereka neh ‘kehilangan jati diri’ dan ga punya pendirian dalam bermusik tuh!!
Asal lagi nge-trend eh malah ikut-ikutan kebawa nora’,.. bukannya jadi pioneer atawa trendsetter
Padahal neh gue berharap banget mereka yang udah lama wara-wiri di dunia musik tanah air, bukan cuma eksis ngisi dengan ngeluarin album-albumnya aja tapi juga kudu eksis ama musik yang udah mereka usung sejak band-nya dibentuk
Yang bikin gue tambah muak ama musik tanah air yaitu terjunnya para artis sinetron, pelawak, dll. yang ngikutan latah pake nyanyi-nyanyi segala padahal kemampuan bernyanyinya kurang banget deh!!
Najiiiisss,…
Emang bagus juga kalo niatan para entertainer di atas buat jadiin diri mereka multi-talented atawa jadi artis yang serba bisa tapi alangkah lebih baik lagi mereka konsisten kalo emang artis sinetron ya udah maen drama aja, kalo pelawak ya ngelawak aja jangan malah ngambil lahan orang,..
Belaga’ so’ bisa, ga usah maksain deh mas, mbak, pak, bu, om, tante…
Bukankah yang fokus di satu bidang pasti lebih bagus dibanding yang ngambil bermacam-macam keahlian…?
Buka kesempatan juga buat mereka yang kreatif, inovatif buat berkarya donk!!
Jangan cuma kalian-kalian aja para artis yang udah ngetop.. pengen nyari sensasi mulu n’ pengen tambah ngetop lagi..
Maruk amat seh loe pade!!
Komentar Terakhir